cara membuat pakan dari sekam

Cara Membuat Pakan dari Sekam yang Efisien dan Bernilai Gizi

cara membuat pakan dari sekam

Posted by

Sekam padi sering dianggap sebagai limbah pertanian yang kurang bernilai. Padahal, jika diolah dengan benar, sekam bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak yang ekonomis dan cukup bergizi.

Namun, sekam tidak bisa langsung diberikan begitu saja karena kandungan serat kasarnya cukup tinggi dan sulit dicerna. Oleh karena itu, diperlukan proses pengolahan yang tepat agar sekam menjadi pakan yang layak konsumsi bagi ternak.

Cara Membuat Pakan dari Sekam yang Efisien dan Bernilai Gizi

Banyak peternak mulai melirik sekam sebagai alternatif bahan pakan untuk menekan biaya produksi. Dengan bahan yang mudah didapat, sekam padi bisa diolah menjadi pakan yang berkualias jika cara pengolahannya tepat.

Bahan yang Dibutuhkan

Untuk membuat pakan dari sekam, kamu hanya memerlukan beberapa bahan sederhana berikut:

  • Sekam padi kering

  • Dedak atau bekatul

  • Molase (tetes tebu)

  • EM4 atau starter fermentasi

  • Air bersih

Alat yang Digunakan

  • Wadah atau drum plastik

  • Terpal atau karung

  • Sekop atau cangkul

  • Ember untuk mencampur larutan

Langkah Cara Membuat Pakan dari Sekam

Berikut ini langkah-langkah inti yang perlu kamu ikuti:

1. Haluskan Sekam

Sekam padi sebaiknya dihaluskan terlebih dahulu menggunakan mesin giling. Tujuannya adalah agar teksturnya lebih lembut sehingga mudah dicerna oleh ternak. Jika tidak tersedia mesin, sekam bisa diremas atau dihancurkan secara manual, meskipun hasilnya kurang maksimal.

2. Campurkan dengan Dedak

Masukkan sekam yang sudah halus ke dalam wadah, lalu campurkan dengan dedak atau bekatul. Perbandingan yang disarankan adalah:

  • 70% sekam

  • 30% dedak

Aduk hingga tercampur merata. Dedak berfungsi untuk meningkatkan kandungan nutrisi terutama energi dan protein.

3. Buat Larutan Fermentasi

Siapkan larutan fermentasi dengan cara:

  • Campurkan 1 tutup botol EM4

  • Tambahkan 2–3 sendok makan molase

  • Larutkan dalam 1 liter air

Aduk hingga semua bahan tercampur sempurna.

4. Siram dan Aduk

Siramkan larutan fermentasi ke campuran sekam dan dedak secara perlahan sambil diaduk. Pastikan seluruh bagian terkena larutan.

Ciri kadar air yang tepat:

  • Jika digenggam terasa lembap

  • Tidak mengeluarkan air saat diperas

5. Fermentasi

Masukkan campuran ke dalam drum atau bungkus dengan terpal/karung. Pastikan kondisi tertutup rapat agar proses fermentasi berjalan optimal.

  • Lama fermentasi: 5–7 hari

  • Simpan di tempat teduh

  • Hindari terkena air hujan

6. Cek Hasil Fermentasi

Setelah 5–7 hari, buka wadah dan periksa hasilnya.

Ciri pakan berhasil:

  • Bau harum sedikit asam (seperti tape)

  • Tidak busuk

  • Tidak berjamur

  • Tekstur lebih lunak

Jika bau menyengat atau berjamur, sebaiknya tidak digunakan.

7. Pengeringan

Setelah fermentasi berhasil, jemur pakan di bawah sinar matahari hingga kering. Pengeringan penting untuk memperpanjang masa simpan dan mencegah jamur.

8. Penyimpanan

Simpan pakan dalam karung atau wadah tertutup di tempat kering. Hindari tempat lembap agar kualitas tetap terjaga.

Cara Pemberian ke Ternak

Pakan sekam hasil fermentasi sebaiknya digunakan sebagai campuran, bukan pakan utama.

  • Untuk ayam: campurkan 10–20% dari total pakan

  • Untuk kambing/sapi: bisa hingga 30–40%

Berikan secara bertahap agar ternak bisa beradaptasi.

Tips Penting Agar Berhasil

  • Gunakan sekam yang benar-benar kering

  • Jangan terlalu basah saat pencampuran

  • Pastikan wadah fermentasi tertutup rapat

  • Gunakan EM4 sesuai dosis

  • Perhatikan kebersihan bahan dan alat

Kesimpulan

Cara membuat pakan dari sekam sebenarnya cukup mudah jika dilakukan dengan langkah yang tepat. Kunci utamanya terletak pada proses fermentasi yang baik agar sekam menjadi lebih mudah dicerna dan bernutrisi.

Beberapa informasi seputar Mesin Giling Sekam Menjadi Bekatul Untuk Pakan Ternak yang bisa kamu jadikan sebagai refrensi yang berguna untuk ternak.

Dengan memanfaatkan sekam sebagai pakan, kamu tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga membantu mengurangi limbah pertanian. Teknik ini sangat cocok diterapkan oleh peternak skala kecil maupun besar yang ingin lebih efisien dalam usaha ternaknya.

Categories:

Tags: